Salam Proguru.
Selamat berjumpa kembali dengan Proguru.
Mari kita bahas keterampilan seperti janji Proguru pada postingan yang lalu.
Para guru pada saat ini banyak yang mengeluhkan dengan adanya perubahan kurikulum, namun karena beberapa hal pemberlakuan Kurikulum 2013 terpaksa dibatasi pada beberapa sekolah saja, namun lepas dari pemberlakuan kurikulum itu mengajar dan membelajarkan tentunya keterampilan mengajar ini harus tetap perlu diterapkan, demi kelancaran dan hasil pembelajaran yang optimal. mari tidak usah bertele-tele, kita to the point saja.
Selamat berjumpa kembali dengan Proguru.
Mari kita bahas keterampilan seperti janji Proguru pada postingan yang lalu.
Para guru pada saat ini banyak yang mengeluhkan dengan adanya perubahan kurikulum, namun karena beberapa hal pemberlakuan Kurikulum 2013 terpaksa dibatasi pada beberapa sekolah saja, namun lepas dari pemberlakuan kurikulum itu mengajar dan membelajarkan tentunya keterampilan mengajar ini harus tetap perlu diterapkan, demi kelancaran dan hasil pembelajaran yang optimal. mari tidak usah bertele-tele, kita to the point saja.
KETERAMPILAN BERTANYA
Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya
merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon
yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan
hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong
kemampuan berpikir.
Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab
pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik penyampaian pertanyaan yang tepat akan
memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu:
Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar-mengajar,
Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang
sedang dihadai atau dibicarakan,
Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berfikir itu
sendiri sesungguhnya adalah bertanya,
Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu
siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik,
Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.
Keterampilan dan kelancaran bertanya dari calon guru maupun dari guru itu
perlu dilatih dan ditingkatkan, baik isi pertanyaannya maupun teknik bertanya.
a. Dasar-dasar pertanyaan yang baik
Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan
Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu
Berikan waktu yang cukup kepada anak untuk berfikir sebelum menjawab
pertanyaan
Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh murid secara merata
Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa
untuk menjawab atau bertanya
Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban
yang benar
b. Jenis-jenis pertanyaan yang baik
Jenis pertanyaan menurut maksudnya
1) Pertanyaan permintaan (compliance question),
2) Pertanyaan retoris (rhetorical question)
3) Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question,) dan
4) Pertanyaan menggali (probing question).
2) Pertanyaan retoris (rhetorical question)
3) Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question,) dan
4) Pertanyaan menggali (probing question).
Jenis pertanyaan menurut Taksonomi Bloom
1) Pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde
question),
2) Pertanyaan pemahaman (conprehention question),
3) Pertanyaan penerapan (application question),
4) Pertanyaan sintetis (synthesis question), dan
5) Pertanyaan evaluasi (evaluation question).
2) Pertanyaan pemahaman (conprehention question),
3) Pertanyaan penerapan (application question),
4) Pertanyaan sintetis (synthesis question), dan
5) Pertanyaan evaluasi (evaluation question).
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Kehangatan dan Keantusiasan. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam
proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu
mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Sikap dan cara guru
termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan
ada-tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
Kebiasaan yang perlu dihindari. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam
proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu
mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Guru harus
menghindari kebiasaan seperti :
1) Menjawab pertanyaan sendiri,
2) Mengulang jawaban siswa,
3) Mengulang pertanyaan sendiri,
4) Mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,
5) Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya, dan
6) Mengajukan pertanyaan ganda.
2) Mengulang jawaban siswa,
3) Mengulang pertanyaan sendiri,
4) Mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,
5) Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya, dan
6) Mengajukan pertanyaan ganda.
Keterampilan bertanya di bedakan atas :
Keterampilan
bertanya dasar.
Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu
diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di
maksud adalah: Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian
acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan
pemberian tuntunan.
Keterampilan
bertanya lanjut.
Keterampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya
dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa,
memperbesar partisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri.
Keterampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen
bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam
penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya
lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab
pertanyaan, Pengaturan urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan
peningkatan terjadinya interaksi.
Demikian uraian tentang keterampilan bertanya semoga bermanfaat.
Salam Proguru.
Komentar
Posting Komentar