Pandai atau trampil, sebuah pilihan

Tidak luput kenyataan, bahwa semua yang ada di dunia ini adalah pilihan. setiap hari kita dihadapkan kepada 2 atau 3 pilihan atau bahkan lebih. dan saat kita harus memilih pasti ada satu kebimbangan yang merasuk dalam hati, inikah yang kan ku pilih? akankah gagal suatu saat nanti? dan berbagai bisikan dalam benak terngiang.

saat ini pun begitu juga ada dua pilihan yang harus ku pilih menjadikan siswaku pandai atau trampil? pilihan yang sederhana namun cukup membuat saya termenung. pandai murid akan terlihat pada nilai yang selalu unggul dan tinggi, trampil terlihat saat siswa melakukan suatu pekerjaan ia akan dengan cekatan dan tanpa banyak bicara melakukan dan hasilnya memuaskan.

Dengan kondisi siswa saya yang serba minim, minim dalam arti minim kemampuan ekonomi, minim kemampuan kecerdasan, minim sarana dan prasaran, dan mungkin minim kasih sayang dari orang tua karena tiap hari ditinggal bekara dari pagi sampai petang, maka pilihan saya lebih mengedankan siswa harus lebih trampil dari pada hanya pandai pada teori saja.

trampil dapat digunakan setiap saat dan terampil ini berhubungan dengan kemampuan siswa untuk secapatnya dapat menyelesaikan masalah dengan tidak banyak teori yang dibutuhkan namun langsung pada sasaran sehingga dapat berhasil membuat suatu penyelasaian masalah dan sekaligus dapat menghasilkan produk.

Komentar

Posting Komentar