Kesehatan Reproduksi

 

Kesehatan reproduksi

Remaja pubertas mengalami perkembangan fisik yang sangat pesat dan pada
umumnya disertai peningkatan aktivitas, sehingga terjadi peningkatan
kebutuhan kalori minimal 2000 kalori per hari. Untuk itu diperlukan asupan
gizi yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin.
Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja putri yaitu proses menstruasi,
maka remaja putri memerlukan nutrisi yang banyak mengandung zat besi dan
vitamin C agar terhindar dari anemia. Anemia (sel darah merah/hemoglobin
rendah) merupakan suatu gangguan yang banyak dialami remaja wanita pada
masa pubernya. Hal ini disebabkan karena masa pubertas merupakan awal
fungsi fisiologi organ reproduksinya mulai mengalami menstruasi yang berarti
mulai mengalami pendarahan. Anemia menyebabkan tubuh lemah tak
bertenaga, mudah lelah dan sulit berpikir karena kebutuhan oksigen untuk
metabolisme sel-sel tubuh dan sel-sel otak berkurang.
Untuk itu bila terjadi gejala anemia, maka perlu mendapatkan tablet penambah darah.
Remaja perlu mengetahui perawatan kesehatan reproduksi yang sangat
penting dilakukan, karena tanpa pemeliharaan yang baik dapat menimbulkan
berbagai gangguan yang merugikan seperti infeksi.

Perawatan kesehatan organ reproduksi laki-laki:

  1. Tidak menggunakan celana dalam terlalu ketat. Tidak menggunakan celana terlalu ketat. Karena dapat meningkatkan suhu yang dapat mengganggu alat reproduksi
  2. Tidak menggunakan celana dalam dari nilon, karena tidak menyerap air/keringat. Suasana lembap disukai jamur dan bakteri.
  3. Membersihkan kotoran yang keluar dari anus dan alat kelamin menggunakan air bersih, jika tidak ada air bersih gunakan tisu atau sejenisnya.
  4. Mengganti celana dalam sehari 2 kali.
  5. Menjalani khitan mencegah penumpukan kotoran dan sisa urine.
  6. Menghindari rokok dan minuman beralkohol.
  7. Menjalankan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan bergizi, berolah raga, dan menciptakan ketenangan dalam diri.
  8. berolah raga, dan menciptakan ketenangan dalam diri
Perawatan kesehatan organ reproduksi perempuan:
  1. Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari.
  2. Gunakan celana dalam yang mudah menyerap keringat dan air, usahakan suasananya tidak basah dan lembap karena lingkungan tersebut memudahkan tumbuhnya bakteri dan kuman.
  3. Membersihkan vagina maupun anus dengan air bersih, karena vagina merupakan bagian tubuh yang berongga sehingga mudah terinfeksi kuman dan bakteri jika menggunakan air kotor.
  4. Setelah buang air besar, gerakan membersihkan searah, dari daerah alat kelamin ke arah anus (dari atas ke bawah), hal ini mencegah kotoran dari anus masuk ke vagina.
  5. Tidak menggunakan cairan pembilas vagina kecuali ada infeksi, cukup menggunakan air biasa dengan sabun berkadar soda rendah.
  6. menggunakan air biasa dengan sabun berkadar soda rendah.
  7. Menghentikan kebiasaan menahan buang air kecil

Perawatan organ reproduksi wanita pada waktu menstruasi:

  1. Menggunakan pembalut yang mempunyai daya serap tinggi.
  2. Mengganti pembalut 4-5 kali sehari, setelah mandi atau buang air kecil. Jika menggunakan pembalut sekali pakai sebaiknya dicuci dulu sebelum dibungkus dan dibuang ke tempat sampah. Jika menggunakan kain sebaiknya sebelum dicuci, direndam dengan sabun dalam tempat tertutup.

Komentar